Rabu, 05 Maret 2008

PEMIKIRAN SALAFI


Yang dimaksud dengan "Pemikiran Salafi" di sini ialah kerangka berpikir(manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman generasi terbaik dari ummatini. Yakni para Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengansetia, dengan mempedomani hidayah Al-Qur'an dan tuntunan Nabi SAW.Kriteria Manhaj Salafi yang BenarYaitu suatu manhaj yang secara global berpijak pada prinsip berikut :Berpegang pada nash-nash yang ma'shum (suci), bukan kepada pendapat paraahli atau tokoh.Mengembalikan masalah-masalah "mutasyabihat" (yang kurang jelas) kepadamasalah "muhkamat" (yang pasti dan tegas). Dan mengembalikan masalah yangzhanni kepada yang qath'i.Memahami kasus-kasus furu' (kecil) dan juz'i (tidak prinsipil), dalamkerangka prinsip dan masalah fundamental.Menyerukan "Ijtihad" dan pembaruan. Memerangi "Taqlid" dan kebekuan.Mengajak untuk ber-iltizam (memegang teguh) akhlak Islamiah, bukan menirutrend.Dalam masalah fiqh, berorientasi pada "kemudahan" bukan "mempersulit".Dalam hal bimbingan dan penyuluhan, lebih memberikan motivasi, bukanmenakut-nakuti.Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman keyakinan, bukan denganperdebatan.Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa ibadah, bukan formalitasnya.Menekankan sikap "ittiba'" (mengikuti) dalam masalah agama. Danmenanamkan semangat "ikhtira'" (kreasi dan daya cipta) dalam masalahkehidupan duniawi.Inilah inti "manhaj salafi" yang merupakan khas mereka. Dengan manhajinilah dibinanya generasi Islam terbaik, dari segi teori dan praktek.Sehingga mereka mendapat pujian langsung dari Allah di dalam Al-Qur'andan Hadits-Hadits Nabi serta dibuktikan kebenarannya oleh sejarah.Merekalah yang telah berhasil mentransfer Al-Qur'an kepada generasisesudah mereka. Menghafal Sunnah. Mempelopori berbagai kemenangan(futuh). Menyebarluaskan keadilan dan keluhuran (ihsan). Mendirikan"negara ilmu dan Iman". Membangun peradaban robbani yang manusiawi,bermoral dan mendunia. Sampai sekarang masih tercatat dalam sejarah.Citra "Salafiah" Dirusak oleh Pihak yang Pro dan KontraIstilah "Salafiah" telah dirusak citranya oleh kalangan yang pro dankontra terhadap "salafiah". Orang-orang yang pro-salafiah - baik yangsementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya demikian, atau yangsebagian besar mereka benar-benar salafiyah - telah membatasinya dalamskop formalitas dan kontroversial saja, seperti masalah-masalah tertentudalam Ilmu Kalam, Ilmu Fiqh atau Ilmu Tasawuf. Mereka sangat keras dangarang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalammasalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesanbagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda "debat" dan"polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis. Dan juga mengesankanbahwa yang dimaksud dengan "Salafiah" ialah mempersoalkan yangkecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkankhilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati.Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa.Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh faham ini "terbelakang",senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan. FahamSalafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini danmasa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengarsuara orang lain. Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikankreatifitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan.Sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki danpenyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang paling menonjol dalammendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian pda masa lampau ialahSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim. Merekainilah orang yang paling pantas mewakili gerakan"pembaruan Islam" padamasa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakupseluruh disiplin ilmu Islam.Mereka telah menumpas faham "taqlid", "fanatisme madzhab" fiqh dan ilmukalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selamabeberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi"ashobiyah madzhabiyah" ini, mereka tetap menghargai para Imam Madzhabdan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati. Hal itu jelas terlihatdalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil A'lam" karya IbnuTaimiyah.Demikian gencar serangan mereka terhadap "tasawuf" karenapenyimpangan-penyimpangan pemikiran dan aqidah yang menyebar di dalamnya.Khususnya di tangan pendiri madzhab "Al-Hulul Wal-Ittihad" (penyatuan).Dan penyelewengan perilaku yang dilakukan para orang jahil dan yangmenyalahgunakan "tasawuf" untuk kepentingan pribadinya. Namun, merekamenyadari tasawuf yang benar (shahih). Mereka memuji para pemuka tasawufyang ikhlas dan robbani. Bahkan dalam bidang ini, mereka meninggalkanwarisan yang sangat berharga, yang tertuang dalam dua jilid dari "Majmu'Fatawa" karya besar Imam Ibnu Taimiyah. Demikian pula dalam beberapakarangan Ibnu-Qoyyim. Yang termasyhur ialah "Madarijus Salikin syarahManazil As-Sairin ila Maqomaat Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in", dalamtiga jilid.Mengikut Manhaj Salaf Bukan Sekedar Ucapan MerekaYang pelu saya tekankan di sini, mengikut manhaj salaf, tidaklah berartisekedar ucapan-ucapan mereka dalam masalah-masalah kecil tertentu. Adalahsuatu hal y ang mungkin terjadi, anda mengambil pendapat-pendapat salafdalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada hakikatnya anda meninggalkanmanhaj mereka yang universal, integral dan seimbang. Sebagaimana jugamungkin, anda memegang teguh manhaj mereka yang kulli (universal), jiwadan tujuan-tujuannya, walaupun anda menyalahi sebagian pendapat danijtihad mereka.Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam tersebut, yakni Imam IbnuTaimiyah dan Ibnul-Qoyyim. Saya sangat menghargai manhaj mereka secaraglobal dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti bahwa saya harusmengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan hal itu berarti sayatelah terperangkap dalam "taqlid" yang baru. Dan berarti telah melanggarmanhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga mereka disiksakarenanya. Yaitu manhaj "nalar" dan "mengikuti dalil". Melihat setiappendapat secara obyektif, bukan memandang orangnya. Apa artinya andaprotes orang lain mengikut (taqlid) Imam Abu Hanifah atau Imam Malik,jika anda sendiri taqlid kepada Ibnu Taimiyah atau Ibnul-QoyyimJuga termasuk menzalimi kedua Imam tersebut, hanya menyebutkan sisiilmiah dan pemikiran dari hidup mereka dan mengabaikan segi-segi lainyang tidak kalah penting dengan sisi pertama. Sering terlupakan sisiRobbani dari kehidupan Ibnu Taimiyah yang pernah menuturkan kata-kata:"Aku melewati hari-hari dalam hidupku dimana suara hatiku berkata,kalaulah yang dinikmati ahli syurga itu seperti apa yang kurasakan,pastilah mereka dalam kehidupan yang bahagia".Di dalam sel penjara dan penyiksaannya, beliau pernah mengatakan: "Apayang hendak dilakukan musuh terhadapku? Kehidupan di dalam penjara bagikumerupakan khalwat (mengasingkan diri dari kebisingan dunia), pengasinganbagiku merupakan rekreasi, dan jika aku dibunuh adalah mati syahid".Beliau adalah seorang laki-laki robbani yang amat berperasaan. Demikianpula muridnya Ibnul-Qoyyim. Ini dapat dirasakan oleh semua orang yangmembaca kitab-kitabnya dengan hati yang terbuka.Namun, orang seringkali melupakan, sisi "dakwah" dan "jihad" dalamkehidupan dua Imam tersebut. Imam Ibnu Taimiyah terlibat langsung dalambeberapa medan pertempuran dan sebagai penggerak. Kehidupan dua tokoh itupenuh diwarnai perjuangan dalam memperbarui Islam. Dijebloskan ke dalampenjara beberapa kali. Akhirnya Syaikhul Islam mengakhiri hidupnya didalam penjara, pada tahun 728 H. Inilah makna "Salafiah" yangsesungguhnya.Bila kita alihkan pandangan ke zaman sekarang, kita temukan tokoh yangpaling menonjol mendakwahkan "salafiah", dan paling gigihmempertahankannya lewat artikel, kitab karangan dan majalah pembawa missi"salafiah", ialah Imam Muhammad Rasyid Ridha. Pem-red majalah "Al-Manar'yang selama kurun waktu tiga puluh tahun lebih membawa "bendera" salafiahini, menulis Tafsir "Al-Manar" dan dimuat dalam majalah yang sama, yangtelah menyebar ke seluruh pelosok dunia.Rasyid Ridha adalah seorang "pembaharu" (mujaddid) Islam pada masanya.Barangsiapa membaca "tafsir"nya, sperti : "Al-Wahyu Al-Muhammadi","Yusrul-Islam", "Nida' Lil-Jins Al-Lathief", "Al-Khilafah", "MuhawaratAl-Mushlih wal-Muqollid" dan sejumlah kitab dan makalah-makalahnya, akanmelihat bahwa pemikiran tokoh yang satu ini benar-benar merupakan "Manar"(menara) yang memberi petunjuk dalam perjalanan Islam di masa modern.Kehidupan amalinya merupakan bukti bagi pemikiran "salafiah"nya.Beliaulah yang merumuskan sebuah kaidah "emas" yang terkenal danbelakangan dilanjutkan Imam Hasan Al-Banna. Yaitu kaidah :"Mari kita saling bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati. Dan marikita saling memaafkan dalam masalah-masalah yang kita berbeda pendapat."Betapa indahnya kaidah ini jika dipahami dan diterapkan oleh mereka yangmeng-klaim dirinya sebagai "pengikut Salaf".(disalin dari buku "Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah AlQodimah" karya Dr.Yusuf Al Qardhawi)

Tidak ada komentar: